Makan Angin di Lereng Anteng Panoramic Coffee Place Bandung

pengalaman di lereng anteng panoramic coffee place bandung

Selalu ada yang baru di Bandung. Itulah alasan yang membuat gue selalu suka jalan-jalan ke Kota Kembang. Gak heran saat awal Agustus lalu ke sana, gue pasti mencari tempat-tempat baru yang belum pernah gue kunjungi.


pengalaman di lereng anteng panoramic coffee place bandung
menu makanan di lereng anteng bandung

Pilihan tempat makan kali ini ada di daerah Punclut. Namanya Lereng Anteng Panoramic Coffee Place. Tempat ini belakangan mulai hits karena mengusung konsep yang cukup unik. Kita bisa menikmati makanan dan minuman di dalam tenda transparan sambil melihat pemandangan lereng yang ada di sana. Bicara soal pemandangan dan spot untuk foto-foto gak usah diragukan lagi, tapi sayang hampir satu jam di sana gue dan teman-teman gak sama sekali bisa menikmati menu yang ditawarkan.

foto-foto di lereng anteng bandung
tempat makan hits di bandung yang baru

Gue datang sekitar pukul 2 siang. Seharusnya sih jam segitu masih jam puncaknya orang makan siang ya, tapi bisa jadi gue yang salah. Suasana siang itu crowded banget. Semua meja penuh, terlebih tenda-tendanya.

Gue langsung menghampiri salah satu waitress yang kebetulan melintas di dekat gue berdiri.

"Mas, ada yang kosong gak?", tanya gue basa basi padahal udah tahu penuh juga.
"Wah penuh teh, nanti langsung duduk aja kalau ada yang kosong", jawab si waitressnya.
"Emang gak ada waiting listnya?", tanya gue lagi penasaran
"Gak ada teh", kemudian dia ngeloyor pergi sambil membawa nampan berisi gelas-gelas kosong.

Oke, butuh kesabaran ekstra nih kayaknya untuk bisa duduk. Sistemnya barbar juga ya, rebutan kursi kayak lagi lomba tujuh belasan yang kalau musiknya mati harus buru-buru rebutan kursi kalau gak bisa kalah. Kemudian gue beranjak ke bagian indoornya. Di bagian ini sebenarnya juga gak kalah bagus, tapi sayang agak kotor. Banyak sampah tissue di lantai dan bekas piring gelas yang gak segera diangkut. Akhirnya kita dapat meja di sana, meskipun harus gabung dulu dengan sepasang abege yang gak berhenti selfie sejak kita duduk. Gak apa-apalah pikir gue, toh mereka sudah selesai sebenarnya cuma mungkin masih betah atau begah. Entahlah.

menu makanan di lereng anteng bandung
cara menuju lereng anteng bandung

Karena sudah hampir 15 menit belum juga ada waitress yang menghampiri meja kita untuk order, gue berinisiatif mendatangi kasirnya. Namun gue kaget mendengar jawaban kasirnya, "Oh kita lagi istirahat 45 menit". EMPAT PULUH LIMA MENIT ISTIRAHAT PAS JAM MAKAN SIANG. Sin to the ting. Pengen gue rendem langsung si Hayati di rawa-rawa!

tempat makan unik di bandung

Gue balik ke meja dimana teman-teman gue masih sabar menunggu. Gue menyampaikan kabar duka teruntuk cacing-cacing di perut kita saat itu. Namun sebagian teman gue masih bersedia menunggu. Gue masih bingung, di saat masih jam makan siang dan semua meja penuh, semua pegawainya istirahat tanpa bergantian. Baru kali itu gue menemukan hal terabsurd di tempat makan hits.

30 menit berlalu..

Akhirnya suami teman gue berinisiatif untuk pergi saja dari situ. Kata dia mendingan numpang foto-foto terus makannya di tempat lain saja. Keburu minum promag sama tolak angin nanti, katanya. Hahaha. Bener juga sih, kalau gue kelamaan di sana yang ada cuma makan angin saking kelamaan nunggunya. Gue langsung sigap ngajak semua teman gue foto-foto saat itu juga, setelah selesai langsung cabut dari situ.

tempat makan unik di bandung
tenda transparan di punclut bandung

Bukan main mengecewakannya tempat yang satu ini. Gue gak bermaksud untuk menjelekkan sih di sini, hanya ingin berbagi pengalaman yang menurut gue kurang mengenakkan. Apalagi ini tempat masih baru banget dan ekspektasi orang-orang pasti tinggi. Semoga di masa mendatang mereka sudah bisa memperbaiki manajemen dan pelayanannya, supaya gak kejadian seperti ini lagi.
 
Bagi gue masalah gak kebagian tempat duduk itu wajar apalagi kalau peminatnya banyak, tapi kalau tamu ditinggal istirahat oleh SEMUA stafnya saat jam makan siang, itu sih sudah gak normal lagi. Gue bisa mengerti kalau pegawai itu juga manusia yang butuh makan, tapi mbok ya jangan semua berbarengan gitu keleus kan bisa ganti-gantian. Jadi jangan heran kalau gue gak bisa review seperti apa rasa makanannya dan berapa harganya. Order juga kagak! 

pemandangan di lereng anteng bandung

Sekian unek-unek dari gue, maaf kalau review kali ini kurang berkenan. Empat kali empat sama dengan enam belas. Lima kali lima sama dengan dua puluh lima. Enam kali enam sama dengan tiga puluh enam. Lah malah belajar berhitung. Udah ah. Cao!



FOLLOW ME HERE


  TWITTER || INSTAGRAM || GOOGLE+

0 Comments